Hari Minggu, 31 Januari 2010, saya berbicara di Gereja Maria Bunda Karmel, Jakarta, membahas materi hipnoterapi dalam seminar sehari “Hipnotrerapi : Berkat atau Kuasa Kegelapan?” yang dimulai pukul 08.15 sampai 15.00.
Pembahasan materi hipnoterapi kali ini sungguh menarik karena hipnosis/hipnoterapi dibahas oleh tiga orang dengan sudut pandang yang berbeda.
Pembicara pertama adalah Ibu Ratih A. Ibrahim, seorang psikolog, pembicara topik psikolog, pendidikan, wanita, dan keluarga. Pembicara kedua, saya sendiri, Adi W. Gunawan, mengulas materi Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy. Pembicara ketiga adalah Romo DR. BS. Mardiatmadja SJ, rohaniwan, Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat DRIYARKARA Jakarta, yang mengulas hipnoterapi menurut pandangan agama Katolik.
Dalam pembahasannya Bu Ratih menjelaskan mengenai apa itu hipnosis, sejarah hipnosis, sugesti, stage hypnosis, beda hipnosis dan gendam, dan aplikasi hipnosis untuk membantu klien mengatasi masalah. Bu Ratih juga menjelaskan bagaimana menggunakan pendulum untuk membantu klien mengendalikan pikiran mereka.
Pembahasan teknik terapi oleh Bu Ratih lebih menekankan penggunaan sugesti positif untuk ... (lanjut)
Ide untuk menulis artikel ini muncul saat saya sedang berdiskusi (post hypnotic interview) tentang proses dan hasil terapi dengan seorang klien, usai melakukan hipnoterapi. Klien ini bertanya, “Pak Adi, tadi waktu dalam proses terapi, saat Bapak membantu mencari dan menemukan akar masalah yang saya alami, ternyata muncul memori dari masa kecil yang selama ini saya tidak ingat sama sekali. Memori ini apa memang benar seperti itu kejadiannya ataukah hanya fantasi saya saja?”
Pembaca, untuk menjawab pertanyaan di atas saya perlu menceritakan sekilas proses yang terjadi selama sesi hipnoterapi. Klien datang kepada hipnoterapis karena mengalami suatu masalah atau simtom tertentu.
Untuk membantu klien menemukan akar dari masalah atau simtom yang dialami klien, hipnoterapis akan menggunakan uncovering technique, ada major uncovering technique dan minor uncovering technique, yang dipilih untuk diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi klien.
Tebbetts, seorang maestro hipnoterapi, menyatakan bahwa eliminasi simtom dengan menggunakan teknik uncovering meliputi empat hal:
1.Memori yang menjadi dasar ... (lanjut)