Sukses 5% atau 95%, Mau yang Mana?

12 Juni 2019 23:27

Saya sering membantu klien yang mengalami kendala dalam meraih sukses, khususnya di aspek bisnis atau finansial. Masalah mereka umumnya, salah satu dari kondisi berikut: sulit meningkatkan penghasilan walau telah mencoba berbagai cara atau strategi, penghasilan mereka berhenti sampai di angka tertentu, bisa menghasilkan penghasilan besar namun tidak pernah bisa menabung, sering salah dalam berinvestasi, telah mengikuti banyak pelatihan investasi namun sering merugi karena tidak mampu menerapkan strategi yang diajarkan, sering salah dalam melakukan analisis bisnis, mengalami kegagalan berulang, tidak konsisten dalam menerapkan strategi bisnis atau investasi yang telah ditetapkan sehingga mengalami kerugian, antara rencana dan pelaksanaan tidak sesuai, dan masih banyak lagi.

Klien-klien saya ini banyak yang telah ikut berbagai pelatihan pengembangan diri, pelatihan investasi, membaca buku-buku investasi, buku-buku positif, buku-buku tentang kekuatan pikiran bawah sadar dan pengaruhnya terhadap sukses, nonton banyak video Youtube membahas rahasia sukses, aktivasi Hukum Daya Tarik (The Law of Attraction), melakukan afirmasi menjadi Money Magnet, dan bahkan ada yang menggunakan jasa business coach untuk memandu dan menuntun mereka meraih goal . Namun semua cara ini tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Saat saya bertanya pada mereka mengapa mereka belum sukses, jawaban mereka sangat rasional, logis, dan cerdas. Mereka bisa menjelaskan dengan detil dan yakin tentang hal atau strategi yang perlu mereka lakukan untuk segera mencapai sukses, mengapa mereka perlu melakukan ini, alasan mereka belum berhasil dan cara mengatasi situasi ini, rencana dan aktivitas rutin yang perlu dilakukan untuk memastikan sukses dapat diraih dengan pasti.

Mereka juga menyadari bahwa semakin banyak mereka ikut pelatihan bisnis atau investasi, semakin banyak baca banyak buku, membaca informasi tentang cara meraih sukses di group-group yang diikuti, mereka menjadi semakin paham tentang kunci sukses. Namun yang mereka tidak habis pikir adalah mengapa setelah melakukan semua yang dibutuhkan untuk sukses, mereka tetap belum bisa sukses seperti yang diinginkan.

Apakah ada yang salah dengan klien-klien saya ini sehingga sukses menjadi begitu jauh dan sulit diraih?

Tidak ada yang salah. Semua yang mereka lakukan sudah benar. Yang mereka tidak sadari atau tidak ketahui, untuk meraih sukses butuh dukungan penuh baik dari pikiran sadar (PS) maupun bawah sadar (PBS).

Szegedy-Maszak (2005) dalam artikel Mysteries of the Mind: Your Unconscious Is Making Your Everyday Decisions menyatakan:

According to cognitive neuroscientists, we are conscious of only about 5 percent of our cognitive activity, so most of our decisions, actions, emotions, and behavior depends on the 95 percent of brain activity that goes beyond our conscious awareness.

(Menurut neurosaintis kognitif, kita hanya menyadari sekitar 5 persen dari aktivitas berpikir kita, dengan demikian hampir semua keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku kita sepenuhnya bergantung pada 95 persen aktivitas otak yang berlangsung tanpa kita sadari.)

Kekuatan pengaruh PS dan PBS yang diajukan Szegedy-Maszak tidak jauh berbeda dengan yang ditulis dalam berbagai literatur hipnoterapi, khususnya tentang pengaruh PS dan PBS, yaitu 10% berbanding 90%.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian sekelompok ilmuwan dari Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Sciences di Leipzig, bekerja sama dengan Charité University Hospital dan Bernstein Center for Computational Neuroscience in Berlin, di bawah pimpinan Professor John-Dylan Haynes.

Hasil penelitian yang dipublikasi di Science Daily, 15 April 2008, menyatakan bahwa aktivitas otak memprediksi, bahkan hingga 7 detik lebih awal, bagaimana seseorang akan membuat keputusan. Dengan kata lain, pembuatan keputusan adalah hasil dari aktivitas mental yang bersifat tidak disadari (nirsadar).

Prof. Manfred Zimmermann, dari Universitas Heildelberg dalam artikelnya berjudul The Nervous System in the Context of Information Theory, yang dimuat dalam Human Physiology (1989) menyatakan:

What we perceive at any moment, therefore, is limited to an extremely small compartment in the stream of information about our surroundings flowing in from the sense organs.

(Apa yang mampu kita sadari pada satu saat adalah sangat terbatas, hanya satu bagian sangat kecil dari arus informasi berasal dari lingkungan yang masuk melalui indera-indera kita.)

Prof. Zimmermann lebih lanjut menyatakan:

We can therefore conclude that the maximal information flow of the process of conscious sensory perception is about 40 bits/sec – many orders of magnitude below that taken in by receptors (nerve endings). Our perception, then, would appear to be limited to a minute part of abundance of information available as sensory input.

(Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa jumlah maksimal informasi yang dapat disadari adalah sekitar 40 bit/detik – sangat jauh di bawah jumlah yang diterima oleh reseptor-reseptor (ujung-ujung saraf). Persepsi kita, dengan demikian, sangat terbatas, hanya satu bagian sangat kecil dari demikian banyak informasi yang tersedia, yang dapat diterima oleh indera.)

Sementara menurut Dietrich Trincker (dalam Norrentranders, 1998:126) dari semua informasi yang masuk ke otak setiap detik, yang berasal dari semua sensor organ, hanya sejumlah sangat kecil disadari. Rasio antara kapasitas persepsi dan kapasitas apersepsi adalah satu juta berbanding satu. Dengan kata lain, hanya satu per satu juta informasi yang dapat dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan yang berasal dari organ atau indera lainnya, yang muncul ke kesadaran dan kita ketahui atau sadari.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, perbandingan kapasitas pemrosesan data antara pikiran sadar dan bawah sadar adalah 40 bit/detik berbanding 40.000.000 bit/detik atau 1 berbanding 1.000.000.

Pikiran Bawah Sadar: Apa dan Bagaimana?

PBS aktif sejak pembuahan dan akan terus aktif hingga individu meninggal. PBS adalah tempat penyimpanan informasi, data, emosi, dan program-program yang digunakan untuk menjalankan hidup.

PBS berfungsi seperti harddisk komputer yang terus menerus diisi data melalui dua proses: pengunduhan dan repetisi. Saat dalam kandungan hingga berusia sekitar 7 tahun, PBS kita hanya menjalankan satu fungsi utama yaitu melakukan pengunduhan (download) data yang berasal dari lingkungan, terutama dari pengasuh utama atau orang tua.

Proses pengunduhan data berlangsung sangat cepat, efisien, dan adalah kemampuan bawaan agar manusia muda dapat menjalankan hidupnya dan selamat. Di usia 0 hingga 2 tahun, gelombang otak dominan anak adalah delta, pada kisaran 0,1 hingga 4 Hz. Antara usia 2 hingga 6 tahun, gelombang otak dominan bertambah, theta, pada kisaran 4,1 hingga 8 Hz.

Pada usia sangat reseptif ini, semua data diunduh tanpa melewati proses verifikasi dan validasi kebenaran dan manfaatnya. Sebagian data yang masuk ke PBS anak berupa program-program pikiran tentang apa yang bisa dan tidak bisa, apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang mungkin dan tidak mungkin, apa yang baik dan tidak baik, apa yang mampu dan tidak mampu anak lakukan. Intinya, disadari atau tidak, ada program mendukung dan ada yang membatasi.

Program-program ini sangat kuat mengendalikan diri individu karena dua hal. Pertama, ia dijalankan oleh PBS, yang 95 kali lebih kuat dari PS, dengan kecepatan dan kapasitas pemrosesan data 1 juta kali lebih cepat dan besar daripada PBS. Kedua, program ini aktif dan beroperasi tanpa diketahui atau disadari oleh individu. Dengan demikian ia tidak dapat dideteksi dan dihentikan. Program-program ini akan terus aktif dan beroperasi memengaruhi, mengendalikan, mengarahkan, dan mendikte proses berpikir, ucapan, tindakan, perilaku, kebiasaan, dan tindakan kita sampai ia diidentifikasi dan diganti dengan program baru.

Setelah lewat usia 7 tahun, proses pengisian data ke PBS terutama dilakukan melalui rangkaian kegiatan berulang, baik itu belajar hal baru, mengembangkan kebiasaan baru, hingga menguasai keterampilan atau kecakapan baru.

Fungsi utama PBS adalah melindungi individu, pikiran sadar dan tubuh fisik, dari hal-hal yang ia nilai, pandang, persepsikan, rasa, yakini, atau asumsikan merugikan atau membahayakan. Kebenaran penilaian ini sepenuhnya menurut PBS, bukan menurut PS individu. Hal yang baik menurut PS individu belum tentu baik menurut PBS, demikian pula sebaliknya.

Fungsi lain PBS adalah ia sangat menyadari pentingnya resolusi trauma namun ia tidak mampu menyelesaikan sendiri masalah. Untuk bisa menyelesaikan masalah, PBS akan menempatkan individu pada situasi, kejadian, peristiwa, atau kondisi yang sama atau mirip dengan kondisi yang dulu pernah individu alami.

PBS dan Sukses

Dari uraian di atas, jelas sekali bahwa setiap upaya meraih sukses bila hanya mengandalkan kekuatan PS akan mengalami kendala atau hambatan bila rencana atau keinginan ini tidak sejalan atau mendapat dukungan dari program yang ada di PBS. Derajat capaian pada setiap aspek hidup dipengaruhi oleh derajat keselarasan dan dukungan program pikiran di PBS.

Cara untuk mengetahui keberadaan program pikiran yang mendukung atau menghambat adalah dengan secara jujur mengamati dan mengakui kualitas hidup kita pada aspek tertentu. Bila kualitas atau capaian aspek ini (sangat) baik atau memuaskan, ini menunjukkan program pikiran di PBS mendukung individu, demikian pula sebaliknya.

Cara lain untuk mendeteksi keberadaan program pikiran yang tidak mendukung adalah dengan menggunakan indikator perasaan. Saat kita menetapkan target tertentu, cek perasaan, nyaman atau tidak. Bila muncul perasaan tidak nyaman, ini indikasi terjadi benturan antara keinginan PS dan program di PBS. Ketidakselarasan ini harus segera diatasi bila kita ingin mencapai sukses dengan mudah dan lancar.

Sebaliknya bila kita merasa nyaman dengan goal tertentu, ini adalah indikasi keselarasan antara target yang ditetapkan secara sadar (PS) dengan program di PBS.

Daya dukung dan daya hambat program pikiran di PBS pada target yang ingin dicapai memiliki derajat, dapat dinyatakan dengan menggunakan skala angka, mulai 0 hingga 10.

Seringkali, saat saya membantu klien yang sulit meraih sukses finansial, saya temukan akar masalah yang sama sekali di luar dugaan klien. Satu contoh, klien yang sangat sering merugi saat investasi saham.

Klien ini sudah ikut banyak pelatihan. Pengetahuannya sangat memadai, lebih dari cukup untuk berinvestasi saham dengan cerdas. Ia bahkan punya program yang dapat menyeleksi saham-saham apa saja yang akan segera naik atau turun. Singkat kata, tidak ada alasan baginya untuk tidak sukses.

Tapi kenyataannya, ia rugi terus. Kalau untung kecil, ia sering dapat. Tapi kalau untung besar, entah mengapa, walau telah melakukan analisis dengan benar, ia tidak berani masuk pasar. Ia masuk, seringkali, saat arah pasar mulai berubah. Akibatnya, ia sering rugi besar.

Ternyata akar masalahnya bukan pada teknik atau strateginya, tapi karena saat dalam kandungan, ibunya sempat mencoba menggugurkan dirinya. Dari sini muncul perasaan diri tidak berharga, tidak layak, tidak pantas untuk sukses.

Kasus klien lainnya, kendala dalam meraih sukses finansial, akar masalahnya adalah karena saat kecil, ia sering dapat masukan dari orang tuanya bahwa orang kaya itu jahat, karena menggunakan uang mereka untuk menyusahkan orang lain. Ucapan ini menjadi program pikiran yang menghambat dirinya saat mencoba peruntungan berinvestasi properti.

Beberapa contoh akar masalah yang menghambat sukses finansial antara lain: keyakinan bahwa uang adalah akar segala kejahatan, menginginkan lebih sama dengan serakah dan tidak tahu bersyukur, uang tidak penting karena tidak dibawa mati, hidup miskin adalah mulia, takut rugi sehingga terlalu cepat membeli atau menjual, menghukum diri sendiri, merasa tidak mungkin bisa menghasilkan uang banyak dengan cepat dan mudah, merasa tidak layak untuk ambil untung banyak, dll.

Setiap kasus adalah unik dengan akar masalah yang berbeda. Kasus serupa bila terjadi pada orang yang berbeda, memiliki akar masalah yang berbeda. Walau akar masalah selalu berbeda, dari pengalaman praktik, kami menemukan ada pola konsisten.

Orang yang dapat dengan mudah meraih sukses, disadari atau tidak, goal yang mereka tetapkan sejalan dan didukung oleh program PBS. Semakin selaras dan didukung oleh program PBS, semakin mudah sukses dicapai, dan semakin tinggi pula capaian ini.

Mengubah Program PBS

Menemukan keberadaan program yang menghambat adalah satu hal. Sementara menggantinya dengan program pikiran konstruktif adalah hal lain. Menemukan program pikiran secara tepat bukan pekerjaan mudah, demikian pula menggantinya.

Cara yang sering digunakan untuk mengganti program pikiran negatif adalah dengan baca buku positif, melakukan afirmasi positif. Kalimat afirmasi atau sugesti positif dibaca berulang kali dengan harapan afirmasi ini masuk ke PBS.

Cara lain adalah dengan melakukan swahipnosis. Saat seseorang masuk kondisi hipnosis dalam (deep trance), gelombang otak dominan adalah theta. Ini adalah gelombang otak persis sama dengan yang ia alami saat kecil dulu, pikirannya menjadi sangat reseptif untuk menerima informasi.

Ada juga yang berusaha berubah dengan mengandalkan kekuatan kehendak (will power). Ini bukan hal mudah karena ia menggunakan kekuatan PS, yang besarnya 5, melawan PBS yang berkekuatan 95.

Beberapa klien saya mencoba memrogram PBS mereka dengan ikut pelatihan yang menawarkan jalan di atas bara api atau jalan di atas pecahan kaca. Argumentasinya, bila ia yang semula tidak percaya bisa jalan di atas bara api atau pecahan kaca dengan aman dan selamat, akhirnya karena menggunakan kekuatan kehendak (will power) mampu melakukannya, maka ia pasti bisa mengubah dirinya dengan mudah. Ini logika PS, tidak demikian halnya dengan logika PBS.

Ada tiga cara mudah, dari pengalaman saya sebagai hipnoterapis klinis, mengubah program pikiran. Pertama, minta bantuan hipnoterapis klinis untuk mencari, menemukan, dan mengganti program pikiran yang tidak mendukung sukses.

Kedua, melakukan swahipnosis (self-hypnosis). Ada dua syarat untuk bisa melakukan swahipnosis dengan efektif: masuk ke kedalaman hipnosis yang tepat dan memasukkan skrip yang benar. Ini butuh pengetahuan dan latihan. Anda perlu belajar kepada pengajar berpengalaman, tidak bisa hanya belajar sendiri atau dengan baca buku.

Ketiga, menggunakan teknik pemrograman ulang berbasis neurosains yang digabung dengan teknik komunikasi dengan PBS melalui jalur energi tubuh. Untuk teknik ini tidak butuh kondisi hipnosis.

_PRINT   _SENDTOFRIEND

Upcoming Events
Counter
Online16
Hari ini786
Minggu ini786
Bulan ini42.074
Bulan lalu74.241
03 Facebook
04 @adiwgunawan
05 Instagram
05 Tell Friends